Tips Menjaga Kulit Tetap Lembap & Glowing Saat Berpuasa


Bulan Ramadan

adalah bulan yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, dimana setiap umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa selama 30 hari. Selama menjalankan puasa banyak orang mulai merasakan perubahan pada tubuhnya. Hal ini dapat terjadi karena jam makan menjadi terbatas, jumlah asupan cairan berkurang dan pola tidur bergeser karena sahur dan ibadah malam.

Tanpa disadari perubahan tersebut tidak hanya berdampak kepada energi namun juga pada kondisi kulit seperti kulit terasa lebih kering dari biasanya yang berakibat ketika penggunaan makeup menjadi sulit menempel, tampak lebih kusam atau bahkan muncuk jerawat. Menjaga hidrasi kulit saat puasa sebenarnya tidak sulit. Kuncinya terletak pada kombinasi perawatan dari dalam dan luar. Dari dalam, tubuh membutuhkan asupan cairan yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur. Dari luar, kulit memerlukan produk skincare yang mampu mempertahankan kelembapan dan memperkuat skin barrier.

Jika kita abai akan kondisi kulit tersebut kulit dapat menjadi rewel sehingga ketika waktu lebaran kulit terlihat tidak fresh dan glowing. Nah untuk kamu yang pengen tampil fresh dan glowing selama berpuasa dan saat lebaran berikut beberapa tips dan cara perawatan yang tepat.

 

Apa saja yang berubah saat berpuasa?

Ketika perbuasa tubuh tidak hanya menahan haus dan lapar tapi tubuh mengatur kebutuhan lain seperti energi, hormon, metabolisme yang dapat berdampak pada kondisi kulit mu lho..

 

Perubahan jam makan dan asupan nutrisi

Selama berpuasa frekuensi makan menjadi lebih sedikit daripada hari biasanya yaitu sahur dan berbuka. Jika pola makan selama berbuka dan sahur tak seimbang, kulit mungkin menjadi kekurangan nutrisi yang penting untuk kesehatannya, seperti vitamin, mineral, dan antioksidan. Hal tersebut akan menyebabkan kulit terlihat pucat, kusam, dan lebih mudah mengalami masalah seperti jerawat dan penuaan dini.

 

Asupan cairan menurun

Asupan cairan merupakan faktor yang berperan penting dalam kelembapan. Saat tubuh kehilangan cairan, lapisan pelindung kulit atau skin barrier menjadi lebih rentan. Inilah yang menyebabkan wajah terasa tertarik, bibir mudah pecah-pecah, dan tampilan kulit terlihat lebih lelah. Bahkan pada beberapa orang, kondisi ini justru memicu produksi minyak berlebih sebagai bentuk kompensasi alami tubuh. Jika tidak dirawat dengan benar, ketidakseimbangan ini dapat menimbulkan masalah baru seperti pori-pori tersumbat dan jerawat.

 

Pola tidur

Bangun lebih pagi untuk sahur dan tidur lebih larut karena banyaknya aktivitas. Kurang tidur memicu terjadinya stress tubuh dan otomatis dapat menganggu regenerasi kulit. Stres merupakan salah satu pemicu berbagai masalah seperti jerawat, eksim, kusam kulit terlihat tidak fresh, area bawah mata majadi lebih gelap (mata panda/darkcircle eyes.

 

Hormonal

Saat puasa, kondisi tubuh akan melakukan adaptasi sehingga dapat mempengaruhi keseimbangan hormon pada tubuh. Perubahan hormon ini bisa mempengaruhi produksi minyak di kulit. Pada sebagian orang, kulit jadi lebih kering, sementara pada yang lain, justru bisa jadi lebih berminyak, yang kemudian memicu jerawat atau bruntusan.

 

Apa saja masalah pada kulit yang dapat timbul ketika berpuasa?

Dehidrasi

Asupan cairan yang menurun selama puasa dikombinasikan dengan cuaca yang panas dapat menyebabkan dehidrasi. Hal ini mengakibatkan kulit terlihat kering, kusam, dan kurang elastis. Kulit juga dapat menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan kerutan.

Kebutuhan Nutrisi tidak tercukupi

Peningkatan produksi minyak dapat menjadi berlebih selama puasa, terutama bila banyak mengonsumsi makanan berminyak dan berlemak ketika sahur ataupun berbuka. Minyak yang berlebihan dapat menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat.

Penurunan kolagen

Asupan protein yang tidak cukup selama puasa dapat menurunkan produksi kolagen dalam kulit. Kolagen merupakan hal penting untuk menjaga kekenyalan dan kekuatan kulit. Jika jumlah kolagen berkurang maka dapat membuat kulit menjadi lebih kendur dan rentan terhadap kerutan.

Iritasi kulit

Perubahan pola makan dan kebiasaan selama puasa dapat menyebabkan iritasi kulit yang dapat membuat kulit terlihat kemerahan, gatal, dan meradang.

 

Bagaimana tips dan cara kulit tetap lembap dan glowing selama puasa?

Hidrasi yang cukup

Memulihkan hidrasi tubuh dengan minum setidaknya 8 gelas air saat buka maupun sahur atau dengan pola konsumsi air 2-4-2 yaitu 2 gelas ketika sahur( 1 gelas ketika bangun tidur, 1 gelas setelah makan sahur), 4 gelas ketika malam hari ( 1 gelas setelah makan malam, 1 gelas setelah tarawih dan 2 gelas menjelang tidur) dan 2 gelas ketika berbuka ( 1 gelas saat azan magrib dan 1 gelas setelah makan makanan ringan).

Konsumsi makanan bergizi ketika sahur dan buka puasa

Pilih makanan yang kaya nutrisi dan mengandung vitamin C, E dan omega 3 yang menjaga kesehatan kulit dan jangan lupa untuk mengkonsumsi buah. Hindari berbuka dengan konsumsi makanan tinggi lemak dan gula seperti gorengan, kue dan minuman manis.

Pola tidur

Pastikan untuk tidur cukup 7-8 jam sehari sehingga kulit punya waktu regenerasi dan pemulihan. Usahakan untuk tetap melakukan olahraga ringa. Seperti berjalan kaki atau yoga yang dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan menunjang kesehatan kulit.

 

Skincare

Pelembab/moisturizer

Berfungsi untuk menjaga kelembapan kulit dan mencegah kulit kering.

Farina skincare memiliki beberapa jenis moisturizer yang berfungsi untuk melembabkan diantaranya :

  • Hydra moist gel

Memiliki kandungan hyaluronic acid dan aloevera yang berfungsi untuk melembapkan, menghidrasi dan menenangkan kulit yang kemerahan karena iritasi / peradangan sekaligus memperbaiki skin barrier yang rusak

  • AV gel

Memiliki kandungan aloevera murni yang berfungsi untuk melembapkan dan menghidrasi kulit.

  • Oily moisturizer

Memiliki kandungan niacinemide, aloevera dan pentanol yang berfungsi untuk melembapkan sekaligus mencerahkan kulit berminyak.

 

Pelindung matahari/sunscreen/sunblock

Sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada kulit oleh karena itu perlu penggunaannya terutama ketika aktivitas diluar rumah. Farina skincare memiliki beberapa pilihan sunscreen untuk dapat digunakan sesuai kebutuhan :

  1. SPF 50
  2. Sunscreen spray SPF 50
  3. UV foundation 30
  4. UV sunscreen SPF 30
  5. Foundation sunscreen SPF 30

 

Perawatan rutin di Farina Beauty Clinic

Puasa bukan berarti harus berhenti total merawat kulit, tapi perlu penyesuaian agar tubuh tetap nyaman dan ibadah tidak terganggu. Pilihan treatmennya disesuaikan dengan kondisi kulit saat datang perawatan oleh karena itu perlu dilakukan konsultasi dulu dengan tim dokter di Farina Beauty clinic. Berikut beberapa jenis perawatan kulit di Farina Beauty Clinic yang dapat menghidrasi kulit.

  1. Faceglow skin repair
  2. Faceglow skin barrier
  3. Shooting solution
  4. Hydra shooting solution
  5. Soothing and repairing skin
  6. Messo growth
  7. Salmon DNA
  8. Skin moist HA
  9. Crystal skin glass

Mendapatkan kulit lembap dan glowing ketika puasa bukan hal yang mustahil

Kunci nya adalah menjaga hidrasi serta konsistensi ketika melakukan perawatan. Perawatan yang tepat dan rutin bukan hanya membuat kulit terlihat lebih glowing, tetapi juga menjaga kesehatannya dalam jangka panjang. Karena pada akhirnya, kulit yang terawat dengan baik akan memancarkan kecantikan alaminya tanpa perlu usaha berlebihan.

Melakukan perawatan seperti facial ataupun peeling tidak membatalkan puasa ya sahabat farina karena perawatannya berada dilapisan kulit luar dan tidak ada zat yang masuk ke dalam tubuh. Jika perawatan injeksi/suntikan seperti skinbooster skin moist HA ataupun crystal skin glass juga tidak membatalkan puasa karena tujuan dari treatment tersebut tidak untuk memberikan nutrisi melainkan hanya untuk perawatan kecantikan yang sifatnya tidak menguatkan tubuh sehingga tidak membatalkan puasa. Injeksi ini tidak memberikan efek menyegarkan ataupun mengenyangkan tubuh seperti makan atau minum. Perawatan kulit selama puasa dilakukan hanya untuk merawat kulit agar tetap lembap, sehat, glowing dan fresh. Setiap kulit memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, konsultasi dengan tim dokter di Farina Beauty Clinic merupakan kunci utama sebelum menjalani treatment apa pun.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *